Berwisata ke Kuala Lumpur – Bangkok – Pattaya (1)

Amazing, perjalanan selama 6 hari dari Palembang menuju Kuala Lumpur – Bangkok – Pattaya sulit terlupakan. Perjalanan dimulai dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang sekitar jam 19.00 wib. Penerbangan delay sekitar satu jam dari jadwal, namun hikmahnya kami justru bisa menikmati indahnya kerlip lampu Kota Kuala Lumpur di malam hari.

Beda waktu antara Palembang dengan Kuala lumpur sekitar  1 jam. Sengaja aku tidak merubah jam tangan, untuk mengetahui lama perjalanan PLG-KL, yang hanya sekitar 1,5 jam.

Sampai di Kuala Lumpur, hari sudah mulai malam. Badan juga serasa sangat capek. Keluar dari Bandara sekitar jam 11 malam waktu Kuala Lumpur.  Kami dijemput oleh Mr. Ataus, guide lokal menuju Hotel Radius International. Hotel ini berada di lokasi yang strategis, yakni wilayah bukit bintang, dimana aktivitas di malam hari selalu ramai. Di hotel ini untuk segi faslitas tidak terlalu menonjol, namun ad juga fasilitas wi-fi. Berada di lantai 17 kamar hotel, tentunya memiliki sudut pandang yang indah.

Sambil beristirahat di kamar, ku masih sempat juga browsing mengenai informasi lokasi-lokasi wisata yang akan kami kunjungi besok

Ingin rasanya jalan-jalan keluar sekitar hotel, tapi apa daya tenaga juga sudah semakin terkuras di perjalanan. Sekitar jam 1 malam kami terlelap… menghimpun energi untuk bisa mengelilingi Kota Kuala Lumpur Malaysia jam 8 pagi esok..

Rabu pagi, setelah sarapan jam 08.00 waktu kuala lumpur, perjalanan dimulai. Tempat yang kami tuju untuk pertama kali adalah Batu Cave, dimana terdapat sebuah patung besar berwarna emas yang mempercantik tempat wisata ini. Meski cuma sebentar, lumayan, pasalnya kami masih sempat mengabadikan sejumlah foto-foto indah.

Kata Mr. Ataus tidak ada yang istimewa di atas sana. Apabila kita ingin naik, mesti melalui ratusan tangga untuk sampai ke atas bukit.

Sebelum sampai di batu cave kami sempat foto-foto di wilayah Putra Jaya, disini sepertinya komplek perkantoran dan di dalam komplek ini ada istana negara dan masjid yang bernama masjid putra.

informasinya, dulu kala daerah yang bernama putra jaya ini merupakan hutan perkebunan, namun berkat Mantan Perdana Menteri Malaysia kalo ga salah Mahatir Muhammad, tempat ini dibangun sedemikan rupa hingga menjadi cantik seperti sekarang. Sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah Kerajaan Malaysia katanya sih di bangun sebuah kantor berarsitek mirip masjid untuk tempat kerja sang Mantan Perdana Menteri.

Matahari sudah berada tepat di atas kepala, perut sudah keroncongan, berikutnya kami hunting makan siang. Kepengennya sih cari makanan khas tradisional malaysia. dan ternyata menunya ga jauh beda dengan menu di Indonesia, jadi kami makan dengan lahap.

Setelah makan siang, aktivitas berikutnya kami menuju wilayah masjid negara, melalui taman burung untuk melaksanakan shalat dzuhur di tanah malaka.

Masjid yang cukup cantik, suasana sejuk dan asri. Selain tempat ibadah, masjid ini juga tempat wisata, namun untuk bisa masuk, wisatawan mesti mengikuti aturan yang ada.

 

 

 

 

Twin tower, atau menara Petronas adalah lambang Malaysia. Kata orang belumlah kita ke malaysia apabila tidak ke sini. Here we are… cuaca sangat panas di luar mobil, tapi rasanya kurang lengkap tanpa mengabadikan si tower kembar ini.

Setelah foto sebentar kami melanjutkan perjalanan untuk melihat pusat perbelanjaan di sini. Namun sayang, hari sudah sore, tempat belanja yang ingin kami tuju informasinya tutup jam 6.

Dan kami tidak keburu untuk menuju ke sana, dimana harus masih menempuh perjalanan sekitar 45 menit dari lokasi twin tower belum lagi di tambah macet.

Untuk mengobati rasa penasaran, jadilah kami menuju tempat perbelanjaan lainnya. Seperti Mall, pasar modern di indonesia juga. Jadi mungkin ga ada yang terlalu istimewa di mall ini. Harga-harga yang ditawarkan pun tidak jauh beda dengan harga barang di mall Palembang.

Setelah sekitar satu jam kami kembali ke hotel untuk makan malam dan beristirahat kembali.

Sungguh sayang rasanya jika sudah berada disini untuk cepat-cepat tertidur. Malam ini kami hunting dinner makanan indiahe, nasi biriani dengan gulai kari kambing. rasanya bener-bener maknyuss…. perut terasa penuh mengembalikan energi siang tadi yang kelelahan selama di perjalanan.

Wilayah Bukit Bintang Kuala Lumpur, memang lokasi yang sangat strategis bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana malam di KL. Hingar bingar suara musik di luar sana. Suasana ramai, baik wisatawan domestik maupun mancanegara berada di wilayah ini.

Tak terasa berjalan, waktu telah menunjukkan jam 11 malam. Kami masih menyempatkan untuk mencari oleh-oleh khas Malaysia di toko sekitar hotel. Setelah kecapaian, kami kembali ke hotel lagi untuk beristirahat. Besok pagi perjalanan akan kembali dilanjutkan menuju Bangkok Thailand.

Kalau di daerah malaysia tidak sulit cari makanan. Menunya hampir sama dengan indonesia, rumpun melayu. Disini ada juga nasi uduk. maupun aneka penganan lain di Kota Palembang

…. (bersambung………………..)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s