Mengolah Singkong

Tinggal di wilayah pedesaan, tanaman yang paling mudah dibudidayakan adalah singkong. Pasalnya singkong termasuk salah satu tanaman yang tidak rewel, dan cara menanamnya sangat mudah, tinggal di stek, terus ditancapkan pada tanah.

Didiamkan, tak usah disiram-pun singkong tetap hidup. Baik musim kering apalagi musim hujan dia nyantai-nyantai aja. Sekitar umur 3 bulan, dengan sendirinya singkong siap di panen.

Nah, yang jadi persoalan ketika kita panen singkong dengan jumlah banyak, biasanya kita akan kesulitan mengkonsumsi singkong itu sendiri dikarenakan bosen makan singkong, malas mengolahnya, tidak tau dibuat apa. Untuk itu, akan dijelaskan makanan apa saja sesungguhnya yang bisa diolah dari si singkong. Cekidot…

 

(1) Singkong rebus, ini cara pengolahan singkong yang paling sederhana yakni singkong dikupas, dicuci, dipotong-potong lalu direbus atau dikukus dengan ditambah garam.

 

 


(2) Balok, yaitu singkong goreng. Cara membuatnya adalah singkung dikupas, dicuci, dipotong-potong laludirendam dalam bumbu (ulegan garam plus bawang) selama beberapa menit, kemudian digoreng masak.

 

 

(3) Thiwul, yang dibuat dari tatal gaplek (tatal dibuat dengan cara singkong dikupas, dijemur selama beberapa hari sampai kering). Cara membuat thiwul adalah tatal yang kering ditumbuk dan diayak kemudian dikukus sampai masak hingga menjadi butiran-butiran halus. Kalau sudah masak kemudian dimasukkan ke adonan gula merah (yang sudah dicairkan dan dipanasi sebelumnya) dan diaduk hingga rata.Setelah rata, thiwul tadi siap dihidangkan dengan ditambah parutan kelapa (yang sebaiknya juga sudah dikukus).

 

 

 

(4) Gathot, variasi lain dari thiwul adalah gathot yang juga dibuat dari tatal gaplek. Gathot dibuat dengan cara tatal gaplek di rencan selama beberapa hari agar empuk. Setelah itu gaplek dipotong-potong kecil (ketebalan sekitar kurang dari 1 cm), kemudian dikukus hingga masak. Kalau sudah masak kemudian dimasukkan ke adonan gula merah (yang sudah dicairkan dan dipanasi sebelumnya) dan diaduk hingga rata. Setelah rata gathot tadi siap dihidangkan dengan ditambah parutan kelapa (yang sebaiknya juga sudah dikukus).

 

 

(5) Lemet yaitu snack yang dibuat dengan cara singkong dikupas, dicuci dan diparut halus. Setelahnya singkung dicampur butiran gula merah yang sudah dihaluskan, dan dibungkus daun pisang. Setelah itu dikukus sampai masak.

 

 

(6) Riwit yaitu snack yang dibuat dengan cara singkong dikupas, dicuci dan diserut dengan parut rawit (hasil parutannya seperti kelapa serut untuk es campur). Setelah itu hasil serutan di aduk dengan butiran gula merah yang sudah dihaluskan dan kemudian dikukus. Setelah masak, riwit tadi siap dihidangkan dengan ditambah parutan kelapa (yang sebaiknya juga sudah dikukus).

 

 

(7) Sesek yaitu snack yang dibuat dengan cara singkong dikupas, dicuci dan diiris agak tebal (sekitar 0,5 cm). Setelah itu irisan tadi dikukus sampai masak dan dihidangkan dengan tambahan parutan kelapa yang sudah dikukus sebelumnya.

 

 

(8) Tape singkong (ini kalau di Jawa Barat disebut peuyeum). Tape ini dibuat dengan cara singkong dikupas, dicuci, dipotong-potong kemudian dikukus sampai masak. Singkong yang masak kemudian diangin-anginkan kemudian diberi campuran ragi tape. Setelah itu singkong tersebut dimasukkan ke bakul yang sudah diberi alas dedaunan atau plastik yang rapat dan ditutup rapat untuk diperam selama beberapa hari.

 

(9) Gelanggem yaitu tape singkong yang digoreng dengan memakai adonan tepung.

 

 

 

(10) Gethuk, dibuat dengan cara singkong dikupas, dicuci, dipotong-potong kemudian dikukus sampai masak. Setalah masak, singkong itu ditumbuk halus dan jadilah gethuk.

Ada banyak varian dari gethuk ini :

(a) gethuk kasar yang ketika menumbuk tidak perlu sampai halus. Gethuk kasar ini biasanya dicampur dengan butiran gula merah ketika menumbuknya agar terasa manis. Tapi bisa pula dimakan dengan ditaburi gula pasir

(b) gethuk halus yang ditumbuk halus. Gethuk halus ini bisa ditambah gula merah  ataupun dibuat gurih.

(c) gethuk cothot, yaitu gethuk putih yang dikepal dan didalamnya diisi gula merah atau gula pasir lalu digoreng. Ketika digigit, terkadang gula yang ada didalamnya muncrat karena gula mencair ketika digoreng, karena itulah gethuk ini dinamakan gethuk ”cothot” atau muncrat.

(d) gethuk lindri yaitu gethuk putih yang diberi bumbu pewangi dll dan digiling menjadi seperti gumpalan bergaris seperti bakmi. Varian lain yang terkenal dari Magelang adalah Gethuk Trio yang terdiri tiga warna dan rasa yakni putih, coklat dan merah jambu.

 

 

(11) Krepekan atau opak, biasanya dibuat dari gethuk putih yang digilas tipis pake botol kemudian dicetak bulat-bulat (bisa pake gelas). Setelah itu dijemur sampai kering kemudian digoreng.

 

 

(12) Slondhokan biasanya dibuat dari gethuk putih yang dibuat seperti gelang kemudian dijemur kering dan digoreng. Saat ini orang sudah bisa berkreasi sehingga ada yang rasa manis, pedas, gurih dll. Slondokan ini dulu biasanya dijual dengan diikat pake tali dari bambu. Seikat misalnya berisi 10 butir slondhokan.

 

(13) Kluyur yaitu varian lain dari opak. Cara membuatnya adalah singkong diparut halus, dicampur bumbu garam dan bawang plus daun bawang. Setelah itu ditempel tipis di tutup ompreng atau kuali kemudian dikukus. Setelah masak kemudian diiris kecil dengan pelan-pelan kemudian dijemur. Apabila sudah kering, kluyur ini kemudian digoreng dan siap dihidangkan.

 

(15) Cemplon, yaitu singkong yang diparut halus kemudian dikepal menjadi bulatan (diameternya sekitar 2,5 cm) dan diisi gula merah kemudian digoreng.

 

sumber: lestarimandiri.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s