Kenshin vs Mak Lampir

Secara kasat mata, orang yang hanya melihat sepintas akan menganggap film kartun jepang seperti Kenshin (Samurai X) hanyalah tontonan anak kecil. Sebagian lagi orang malah akan menggeleng-gelengkan kepala. Beranggapan sangat lucu apabila ada banyak orang dewasa, mahasiswa, bahkan bapak-bapak muda menyukai film kartun jenis ini.

Sebetulnya fenomena apa ini?

Disisi lain, sebagian masyarakat indonesia khususnya di pedesaan dan pedalaman banyak dijejali dengan sinetron gak mutu. Sebut saja seperti sinetron Mak lampir beserta gerandong. Dengan ketawanya yang mengerikan yang pernah dijejalkan hampir setiap malam kepada masyarakat oleh salah satu siaran TV swasta.
nah, kalo ini fenomena apa pula?

Bila kita cermati lebih mendalam dari aspek cerita dan pesan moral antara cerita kenshin dan mak lampir akan terlihat betapa gak bermutunya sinetron indonesia.

Penjelasan sederhananya seperti ini:
1. Alur Ceritayang ada film kartun jepang (Samurai x) lebih menarik. Tidak terkesan asal-asalan dan memiliki alur yang jelas.Coba bandingkan antara cerita kenshin dengan latar belakang restorasi meiji di Jepang. Kisah seorang Mantan “Man Slayer” dengan dibalut dengan kisah-kisah lucu, seru dan menegangkan, membuat penonton tidak merasa bosan.
sementara kisah mak lampir, tidak tau juntrungannya, kisahnya tidak teratur, horor yang tidak menakutkan, dibalut dengan kisah mistis, dalam dunia imajinasi.

2. Pesan Moral
Meski hanya film kartun, ternyata cerita ini banyak mengandung pesan-pesan moral kepada para penonton. sebut saja cerita tentang kenshin yang mengisahkan seorang samurai yang ingin memperbaiki kesalahan di masa lalunya dengan menjadi seorang yang melindungi orang lain yang lebih lemah. disini sosok kepahlawanan kenshin si batosai ditonjolkan. Konsep kerja keras, kesetiakawanan, muncul di cerita kartun ini. Coba dibandingkan dengan kisah mak lampir. Sama sekali tidak ada pesan moral yang ingin disampaikan kepada penonton selain cerita itu sendiri.

Nah, kita juga berharap agar meski hanya hiburan, tontonan yang disuguhkan bukan hanya sekedar sampah-sampah yang membodohkan masyarakat. Dari sebuah film juga sebetulnya kita akan banyak belajar, seperti kebudayaan, prinsip-prinsip hidup, tanpa terkesan menggurui dan membosankan. sehingga para penonton selain terhibur juga memperoleh manfaat dari apa yang ditontonnya. setuju kan??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s